Memerik Ibrah di sebalik drama, Scene Akhir Andai Itu Takdirnya
Happy Ending dalam Sad Ending Aku yang mengharapkan "Happy ending". Aku pikir happy ending hanya berlaku, ketika Manusia lainnya akhirnya menerima kita kembali dengan penerimaan yang utuh. Tapi, rupanya aku keliru, karena itu bukanlah tolak ukurnya. Awalnya aku tak nampak hikmah-hikmah, namun setelah ku telaah lagi dan lagi, "Inilah Happy Ending sesungguhnya bagimu, Aizril" Aku lalu tersenyum, menyadari satu hal. inginku kabarkan padanya, sebagai penghibur hatinya yang pilu itu sambil berkata "Duhai hati yang berduka dan bersedih, apakah gerangan yang engkau cari untuk membuatmu bahagia? Bukankah Allah telah mengembalikan potongan hatimu dalam bentuk yang baru padamu? Lupa kah kamu? Padahal sebelum ini, hatimu kelat, hitam yang diliputi kebencian, dengki, kesombongan dan kedurhakaan? Apakah yang kamu cari untuk membuatmu bahagia? Tidak cukup kah Ketika Rabb telah mengembalikan Fitrahmu sebagai manusia, dengan menjadikanmu pribadi yang baik dan taat dari diri...