Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

belajar dari para pejuang

Belajar memahami arti perjuangan para pejuang dakwah. Mengapa mereka terus berjuang?? Mengapa mereka tak juga kunjung menyerah??  Semua karena cinta, untuk ummat. Mereka paham apa yang sering mereka sebut dengan "anna uhibbuka Fillah", mereka sadar jika cinta tanpa perjuangan tanpa pengorbanan maka semua hanya sia-sia. Menitik air mata ketika memahami makna  "anna uhibbuka fillah" kata-kata yang sering kami sebut-sebut namun nyatanya kami hanya menyebutnya tanpa ada perbuatan nyata. Jalan pejuang dakwah memang tak mudah, mereka harus mengorbankan waktu,tenaga dan pikiran mereka ,mereka rela keluar dari rumah-rumah mereka untuk mengetuk pintu-pintu hati orang-orang yang dicintai. Mereka peduli, sehingga mereka terus berjuang mereka terus bergerak, mereka paham jika mereka diam maka sama saja mereka merelakan ummat yang dicinta di ambil oleh liberalisme dan radikalisme. Jika bukan para pejuang dakwah, maka siapa lagi yang akan meneruskan perjuangan Rasulu...

KETIKA MAS GAGAH PERGI

Gambar
Review . berat rasanya melepaskan Film KETIKA MAS GAGAH PERGI dari layar reguler Bioskop. Film baik ini hanya mampu bertahan sampai minggu ke tiga penayangannya, dan hanya di beri jatah layar di 60 an bioskop di tanah air. Ini bukan film baik pertama yang "diintimidasi" oleh pihak industri. Sebelumnya ada Film Tausiyah Cinta yang hanya mendapat jatah 10 layar bioskop di indonesia dan bertahan juga 3 pekan. Kemudian ada film 3 Alif Lam Mim yg malah lebih "parah" pada awalnya filmnya di cekal dan hanya tayang di 3 layar bioskop di jakarta, dan hanya bertahan 7 hari lalu harus "dipaksa" turun dari layar.  Ada apa dengan industri film indonesia????  Ketika dakwah hendak ditebar untuk umat, maka disana pula mereka berusaha untuk melakukan penekanan, sadar tidak sadar, namun jika anda paham ttg Ghazwul fikri,, maka kita akan tahu kemana penonton akan mereka giring. Dan mereka akan memaksa memalingkan wajah2 ke "fokus" yang mereka buat. Yaa Alangkah luc...