belajar dari para pejuang



Belajar memahami arti perjuangan para pejuang dakwah.


Mengapa mereka terus berjuang?? Mengapa mereka tak juga kunjung menyerah??
 Semua karena cinta, untuk ummat.
Mereka paham apa yang sering mereka sebut dengan
"anna uhibbuka Fillah", mereka sadar jika cinta tanpa perjuangan tanpa pengorbanan maka semua hanya sia-sia.
Menitik air mata ketika memahami makna  "anna uhibbuka fillah" kata-kata yang sering kami sebut-sebut namun nyatanya kami hanya menyebutnya tanpa ada perbuatan nyata.
Jalan pejuang dakwah memang tak mudah, mereka harus
mengorbankan waktu,tenaga dan pikiran mereka ,mereka rela keluar dari rumah-rumah mereka untuk mengetuk pintu-pintu hati orang-orang yang dicintai.
Mereka peduli, sehingga mereka terus berjuang mereka terus bergerak, mereka paham jika mereka diam maka sama saja mereka merelakan ummat yang dicinta di ambil oleh liberalisme dan radikalisme.
Jika bukan para pejuang dakwah, maka siapa lagi yang akan meneruskan perjuangan Rasulullah SAW ?? jika bukan para pejuang dakwah siapa yang akan membangun dan menyambut peradaban kejayaan islam?

Bukti nyata cinta mereka untuk ummat. Sehingga semua lelah tak lagi dirasakan sebagai keluhan, karena mereka paham semua yang dilakukan karena mengharapkan Keridhaan Allah,,serta berharap semua akan bermuara ke jannah.
Bukti nyata cinta para pejuang, dan kami harus belajar untuk benar-benar mengerti makna cinta para pejuang.

Semua Pejuang dakwah melalui media apa saja sesuai dengan potensi yang ada dalam diri ,karena mereka memanfaatkan Nikmat dan Karunia Allah yang telah di amanahkan dalam diri mereka.
Mereka terus bergerak, tanpa Tapi tanpa Nanti.

Nb: teringat perjuangan Bunda Helvy Tiana Rosa dan Tim
 KMGP the Movie, mereka terus bergerak. Sampai detik ini. Tak ada keluhan lelah karena semua Lillah.

Mari kita bersama belajar arti perjuangan. Karena dengan Dakwah maka dengan itu kita buktikan cinta kita. Anna uhibbuka Fillah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memetik Ibrah disebalik Drama

Memerik Ibrah di sebalik drama, Scene Akhir Andai Itu Takdirnya

Review book : Andai Itu takdirnya