Cahaya Al-Qur'an


kala itu,,,, yaa 6 tahun lalu, rekan kerjaku tau, betapa saya menyukai musik, tak hanya sekedar suka, mengoleksi semua hal yang berkaitan terhadap si empu musik sudah jadi makanan sehari-hari.

ala bisa karena biasa dan sudah jadi habits, bagaimana tidak, sejak SMP, hanya saja empu musiknya yang berubah2. sampai suatu ketika ,ada seorang agen muslim yang sangat baik, dari ibu kota beliau ditugaskan dipelosok negeri, didaerahku Wakai, Buatku beliau tak sekedar partner kerja, tak sekedar sahabat, beliau guru , seseorang yang mengubah banyak kehidupanku. Intan Masita Hayati itu namanya.

memang sepatutnya seperti itulah cara dakwah, seperti itulah cara mengajak kepada jalan yang lurus. meski sudah jelas salah, tapi tak menerakakan orang yang salah.

takdir memang unik dari setiap proses yang kita jalani, yaa agen muslim inilah yang ditakdirkan dan dikirimkan untukku, meski tak lama , tapi merubah segalanya.
beliau banyak share dan cerita tentang Ghazwul Fikri, materinya kala itu berat banget, orang yang suka musik kayak saya, dikasi materi ghazwul fikri.

''coba deh fir, sekali2 lihat juga tokoh2 muda yang keren2'', ucapnya saat itu.
''hummm, (padahal dalam pikiran,yang ada nanti saya berhenti menyukai musik, dan saya gk siap).
'' lihat deh, masih mudah 17 th tapi dah hafidz, belajarnya pun bukan di Arab, tapi di Amerika, namanya Fatih Seferagic.
''nanti yang ada orang2 hanya fokus pada tampangnya, ujarku
''biar aja dulu, seiring mereka mengikuti, mereka tanpa sadar kesehariannya yang mereka dengarkan dari Fatih adalah Bacaan Al-Qur'an, bacaan mulia sebab yang mereka dengar adalah Kalam ILLAHI, masalah tampang itu anugerah yang menjadi pematik dan salah satu cara dari Allah untuk menarik orang-orang mencintai Al-Qur'an.  berdakwah di zaman ghazwul fikri kayak sekarang tuh gk mudah, perlu anak2 muda yang keren, cerdas dan kekinian untuk melawan tipudaya yang tengah digencarkan oleh kaum liberal, kita bersyukur ada anak muda seperti Fatih ini, yang juga peduli pada generasi  muda umat islam''.jelas dr.intan, yang membuat saya termangguk-mangguk.


itulah awal saya mengenal  Syeikh Fatih Seferagic.
jalan hijrah tak begitu langsung bimsalabim,, step by step, hijrah setengah2 langkah, perlu waktu agak panjang, hampir setahun,,, baru bisa memantapkan langkah, oke saatnya stop kegilaan terhadap dunia keartisan,, dikuat2in, godaannya berat,, jadi plis bagi siapa saja yang mungkin sudah sholeh or sholeha sejak lahir, hargai setiap proses hijrah orang lain, sebab kalian tidak tau siksanya pergulatan batin dan hati.

dan memang sasarannya kena, saya bersyukur,, melalui dr.Intan, melalui Syeikh Fatih,, Allah hendak menunjukkan jalan-jalan cahayaNya,

setelah 6 th berlalu dengan lika liku yang naik turun, dengan segala kepelikkan proses menghijrahkan diri, yang nampaknya harus dihijrahkan setiap detiknya, hari ini bisa melihat langsung Guru kehidupan, ketika kawan2 sekitar histeris melihat wujud nyata beliau , ada kesyukuran tersendiri yang terbesik dihati, Allahu Rabbi inilah Guru yang 6 tahun lalu , yang hanya bisa menyimak bacaan2 Alquran nya lewat Youtube, sampe mendowload bacaan2 beliau ketika menjadi imam Sholat Tarawih, hari ini bisa berdiri bermakmum dibelakang beliau bersama banyakknya jamaah shalat Mahgrib.


Bermula dari Syeikh Fatih, mengantarkan banyak pelajaran-pelajaran kedepannya, mengenal sosok yang melegenda sepanjang masa :Muhammad Al Fatih (Sultan Mehmed II) sang penakluk konstantinopel, sebaik-baik panglima yang menjadi bisyarah Rasulullah SAW. 

Nama Fatih benar2 membuat saya jatuh hati, 31 oktober 2013 , lahirlah putra kakak saya, dan kami memberi nama Wahyu Fatih Al Anshar.
 
kawan, proses jalan hidup dan hijrah kita memang tak sama, ada yang butuh waktu sangat panjang untuk bisa menemukan kembali fitrah diri yang sebenarnya sebagai manusia. dijalan hijrah kita terus memohon agar Allah tak putuskan hidayah itu, agar hati kita tidak dibalikan lagi kepada kejahilan masa lalu.

                semoga kita benar-benar  menjadi manusia yang mendapatkan cahaya Al-Qur'an



makassar, 20 November 2017, Masjid Al Markaz Al Islami

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memetik Ibrah disebalik Drama

Memerik Ibrah di sebalik drama, Scene Akhir Andai Itu Takdirnya

Review book : Andai Itu takdirnya